PHDI dan Prajaniti Berdialog dengan Ketua Otorita IKN

Bagikan

Kalimantan Timur (18/6) – Merespon surat permohonan audiensi yang diajukan DPP Prajaniti Hindu Indonesia, Kepala Otorita IKN Bapak Basuki Hadimuljono menerima audiensi Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan Prajaniti Hindu Indonesia (Prajaniti) pada Kamis, 18 Juni 2026 di Kantor Otorita Ibu Kota Nusantara (KN), Kutai, Kalimantan Timur.

Pertemuan ini adalah tindak lanjut dari audensi sebelumnya dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Jakarta pada 15 Mei 2026.

Pembangunan tempat ibadah Umat Hindu di IKN menjadi salah satu agenda penting yang dibahas dalam audensi yang berlangsung dalam suasana akrab, hangat, dan positif.

Dalam pertemuan tersebut Kepala Otorita didampingi oleh 3 Pimpinan Otorita IKN yaitu Bima Adi Nursanthyasto, Aswin Grandiarti, dan IGA Krisna Murti. Dari PHDI hadir lengkap unsur 3 organ yaitu Sabha Pandita dipimpin langsung oleh Dharma Adhyaksa Ida Pedanda Nabe Gde Bang Buruan Manuaba didampingi Ida Pandita Mpu Siwa budha Daksa Darmita, Ida Rsi Agung Wayahan Suta Dharma Jaya Giri dan Ida Pedanda Gede Prabhawananda Giri. Dari Sabha Walaka hadir Ketua Sabha Walaka Kolonel TNI (Purn) I Nengah Dana, serta dari Pengurus Harian hadir Sekretaris Umum I Ketut Budiasa. Sementara itu Prajaniti dipimpin langsung oleh Ketua Umum KS Arsana, Ketua Bidang Gede Narayana dan Nyoman Sukadarma, Wakil Bendahara Umum Arya Amitaba, serta Ketua DPD Prajaniti Kalimantan Timur Dewa Wirya Atmadja. Turut menyertai pertemuan Ketua PHDI Provinsi Kalimantan Timur, Ketua PHDI Kota Balikpapan, serta Ketua PHDI Kabupaten Paser Penajam Utara.

Kehadiran Majelis bersama Prajaniti di IKN menunjukkan sinergi yang sangat baik dan dilandasi saling pengertian serta visi yang sama untuk kepentingan umat Hindu Indonesia.

“Maksud kedatangan kami adalah terkait Pura IKN, kemudian menyampaikan undangan kepada Bapak Basuki Hadimuljono untuk menerima Prajaniti Award, serta permohonan lokasi untuk Pendidikan di area IKN”, demikian KS Arsana menyampaikan tujuan audensi.

Ketua Sabha Walaka, I Nengah Dana yang diberikan kesempatan berikutnya memaparkan bahwa PHDI telah menjadi mitra pemerintah sepanjang usianya selama 67 tahun, dan dalam konteks Pura IKN telah aktif bahkan sejak awal perencanaan, mulai memberikan briefing kepada Dewan Juri Lomba Design Pura, sampai negosiasi posisi Pura. Dharma Adhyaksa Ida Pedanda Nabe Gede bang Buruan Manuaba sebagai Pimpinan Tertinggi Majelis menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah dalam hal ini Kepala Otorita IKN atas perhatiannya kepada umat Hindu, dan berpesan agar dalam proses pembangunan Pura ke depan terus berkoordinasi dengan Dirjen Bimas Hindu dan PHDI. “Dalam kekawin Ramayana disampaikan, bahwa Pemerintah dan Pendeta wajib saling mengisi untuk kesejahteraan masyarakat”, demikian pesan Ida Dharma Adhyaksa.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Otorita menyampaikan apresiasi atas kunjungan Majelis dan Prajaniti serta secara khusus minta didoakan oleh Pendeta untuk kelancaran pembangunan IKN. “Saya merasa memiliki hubungan yang spesial dengan Umat Hindu, salah satunya ketika saya diberikan kesempatan melakukan renovasi besar-besaran area parkir Pura Besakih, yang ternyata juga mengandung nama Basuki” kata Basuki Hadimuljono yang selalu tampil sederhana namun memancarkan semangat kerja keras yang luar biasa. “Saya sangat menghargai budaya, tradisi dan agama, karenanya saya sangat berhati-hati dalam urusan rumah ibadah ini. Tentu kami akan senantiasa berkoordinasi dengan Dirjen Bimas Hindu sesuai apa yang disampaikan Ida Dharma Adhyaksa. Adapun terkait area untuk tempat pendidikan, kami akan usahakan carikan lokasinya,” demikian disampaikan Kepala Otorita.

Audensi ditutup dengan penyerahan cinderamata berupa buku “Lawar Leadership” kepada Bapak Basuki Hadimuljono, yang diserahkan langsung kedua penulis buku Made Arya Amitaba dan KS Arsana.

Rombongan PHDI dan Prajaniti kemudian meminta ijin untuk melakukan tour ke dalam Istana Kepresidenan yang ternyata sangat luas, megah, dan sekaligus unik. Istana Presiden ini pantas membuat bangsa Indonesia bangga memilikinya. Ribuan tahun yang lalu, di bumi Kutai ini berdiri kerajaan Hindu yang sangat memengaruhi perjalanan sejarah Nusantara. Kini, di era modern ini, di area yang sama, Majelis dan Prajaniti sedang menuliskan sejarah mengawal pembangunan Pura.

(Tim Media & Komunikasi Publik DPP Prajaniti)

[telah dibaca 2 kali]


Bagikan