Bekasi, 28 Juni 2026 – Prajaniti Hindu Indonesia mengakhiri rangkaian kegiatan Syukuran Hari Ulang Tahun ke-58 dengan menggelar Gerakan Penanaman Pohon di lingkungan Parahyangan Agung Jagat Pasundan (PAJP), Bekasi, Minggu (28/6/2026). Kegiatan ini menjadi penutup dari rangkaian peringatan bertema “58 Tahun Prajaniti: Mengabdi dalam Dharma, Berkarya untuk Bangsa.”
Perayaan HUT ke-58 Prajaniti tahun ini diwujudkan melalui tiga kegiatan utama yang mencerminkan harmoni antara spiritualitas, intelektualitas, dan kepedulian terhadap lingkungan. Rangkaian tersebut diawali dengan Syukuran Angayubagia 58 Tahun Prajaniti berupa persembahyangan bersama dan pemotongan tumpeng di Pura Agung Tirta Bhuawan, Bekasi, pada 19 Juni 2026. Selanjutnya, pada 21 Juni 2026 diselenggarakan Dialog Kepemimpinan yang mengangkat buku Lawar Leadership di Pura Adhitya Jaya, Rawamangun, Jakarta Timur. Puncaknya, pada 28 Juni 2026, Prajaniti melaksanakan Gerakan Penanaman Pohon di kawasan PAJP Bekasi sebagai wujud nyata pengabdian kepada lingkungan dan masyarakat.
Sebanyak 300 bibit tanaman bunga dan pohon ditanam oleh kader-kader Prajaniti bersama warga PAJP. Bibit yang ditanam antara lain Cempaka, Kenanga, Tabebuya, Tekomastan, dan Soka, yang diharapkan dapat memperindah kawasan pura sekaligus memberikan manfaat ekologis bagi lingkungan sekitar. Hadir dalam acara Gerakan Penanaman Pohon di antaranya Ketua Prajaniti Gede Narayana, Ketua Umum Lembaga Dharma Duta Made Awanita, dan Made Puspa mewakili Pembimas Hindu Jawa Barat.
Pinandita PAJP, I Wayan Agus Pujayana, S.Pd., S.E., M.M., menyampaikan rasa bangga dan kehormatannya atas dipilihnya PAJP sebagai lokasi kegiatan penanaman pohon tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memiliki manfaat yang sangat nyata bagi pengembangan kawasan PAJP.
“Penanaman pohon dalam rangka HUT 58 Tahun Prajaniti ini benar-benar berguna. Sekalipun PAJP sudah hijau, lahan di sisi luar kawasan pura memang masih membutuhkan banyak pohon. Ini menegaskan bahwa Prajaniti betul-betul mengimplementasikan konsep Tri Hita Karana,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PHDI Kabupaten Bekasi, Dr. I Made Pande Cakra, M.Si., yang dikenal sebagai salah satu inisiator dan penggerak pembangunan PAJP, menyampaikan sejarah singkat berdirinya PAJP serta mengapresiasi karya nyata Prajaniti dalam memaknai ulang tahunnya. Menurutnya, rasa syukur akan menjadi lebih bermakna ketika diwujudkan dalam tindakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT ke-58 Prajaniti, I Made Widhi Adnyana Pratistha, dalam laporannya menjelaskan bahwa gerakan penanaman pohon tahun ini mengusung tema “Menanam Kehidupan, Merawat Keharmonisan.” Tema tersebut mengandung makna bahwa setiap pohon yang ditanam bukan sekadar menambah penghijauan, melainkan juga menanam harapan bagi generasi mendatang. Di saat yang sama, upaya merawat dan menjaga pohon menjadi simbol komitmen bersama untuk memelihara keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta.
Ketua Umum DPP Prajaniti, KS Arsana, saat membuka kegiatan penanaman pohon menyampaikan sejarah singkat perjalanan Prajaniti selama 58 tahun serta pentingnya filosofi Tri Hita Karana sebagai fondasi membangun kehidupan yang berkelanjutan.
“Tri Hita Karana adalah filosofi penting untuk keberlanjutan kehidupan. Dengan menanam pohon, kita mendapat oksigen yang cukup, bumi menjadi lebih sejuk, dan kebutuhan hidup manusia dapat terus terjaga,” ujarnya.
KS Arsana juga menyampaikan keyakinannya bahwa PAJP memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia yang menumbuhkan nilai-nilai keharmonisan, kebersamaan, dan penguatan karakter berbasis Dharma.
Usai membuka kegiatan, KS Arsana bersama Ketua Panitia, I Made Widhi Adnyana Pratistha, menyerahkan bibit pohon secara simbolis kepada Ketua PHDI Kabupaten Bekasi, Dr. I Made Pande Cakra, M.Si., dan Ketua Banjar Kabupaten Bekasi, I Gede Artawan. Penyerahan tersebut menjadi penanda dimulainya gerakan penanaman pohon secara bersama-sama.
Dengan penuh semangat dan suasana kebersamaan yang hangat, kader-kader Prajaniti, tokoh masyarakat, serta warga yang hadir kemudian menyebar ke berbagai titik di kawasan PAJP untuk menanam bibit pohon. Tangan-tangan yang bekerja bersama di bawah terik matahari pagi menjadi simbol gotong royong dan kepedulian terhadap masa depan. Setiap bibit yang ditanam tidak hanya menjadi investasi ekologis bagi lingkungan, tetapi juga menjadi warisan nilai-nilai Dharma yang mengajarkan tanggung jawab, kepedulian, dan cinta kasih kepada alam semesta.
Rangkaian kegiatan penanaman pohon ditutup dengan persembahyangan bersama yang berlangsung khidmat di area suci PAJP. Dalam suasana penuh bhakti, seluruh peserta memanjatkan doa dan rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas perjalanan pengabdian Prajaniti selama 58 tahun. Doa bersama tersebut sekaligus menjadi ungkapan harapan agar pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh subur, memberikan manfaat bagi lingkungan, serta menjadi simbol tumbuh dan berkembangnya semangat pengabdian Prajaniti dalam Dharma dan karya nyata bagi bangsa.
Melalui rangkaian kegiatan HUT ke-58 ini, Prajaniti kembali menegaskan komitmennya untuk tidak hanya hadir sebagai organisasi kemasyarakatan Hindu yang menjaga nilai-nilai Dharma, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang terus berkarya, menginspirasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan masyarakat, bangsa, dan alam semesta.
[telah dibaca 1 kali]







